Rest in Peace my dog Spangky
Mei 1998 - 16 Januari 2010
Mei 1998 kamu datang kerumahku, karena kamu adalah kado dari papi.
Papi tahu kalo aku sangat ingin punya anjing :)
Saat kamu datang keadaanmu belum sempurna, bulu-bulu belum lebat, buntut masih dalam proses pemotongan, kuping belum sempurna berdiri selayaknya anjing Mini Pincher.
Namun kedatanganmu membawa kebahagiaan luar biasa buat aku.
Aku mulai memberimu susu, mengajakmu bermain, mengendong & mengelus2 tubuh mungilmu.
Hari terus berlalu dan kamu semakin besar, kupingmu sudah sempurna :D
Aku mulai mengajakmu jalan2 keluar rumah dan kamu terbiasa tidur bersamaku.
(kesukaanmu tidur di punggung atau di kakiku).
Waktu terus berlalu, sampai mata kirimu mulai muncul bercak putih :(
Awalnya aku kira hanya sakit mata biasa, tapi saat aku periksakan kamu ke dokter ternyata kamu terkena katarak.
Tidak lama setelah itu, mata kananmu bengkak dan diagnosa dokter adalah glukoma.
Dokter menyatakan bahwa kedua matamu sudah buta :( :( :(
Ya Tuhan..... kenapa harus binatang kesayanganku yang mengalami hal seperti ini?
Kesedihan yang begitu dalam dan perasaan bersalah terus menghantuiku.
Aku merasa bodoh dan bersalah karena aku tidak bisa menjagamu Spangky...
Pada tahun 2009, pantat-mu tiba2 tumbuh benjolan.
Saat aku periksakan ke dokter ternyata kamu terkena hernia.
(Ya Tuhan cobaan apalagi yang harus dialami Spangky??)
12 November 2009, kamu menjalani operasi hernia dan berhasil!!
Hidupmu kembali ceria seperti dulu, walaupun kedua matamu tidak bisa melihat.
Selang 1 minggu setelah menjalani operasi hernia, diketahui bahwa mata kananmu yang glukoma harus diangkat dan kamu terkena prostat.
Saat itu yang aku rasakan cuma hampa... Nangis-pun aku tidak bisa.
Maka operasi kedua dilakukan untuk mengangkat bola mata kananmu dan mengkebiri.
Lagi-lagi operasi kedua berhasil dan hidupmu kembali ceria seperti dulu :)
Memasuki awal tahun 2010, kamu masih normal seperti biasa dan kamu mendapat teman si Bono yang selalu kamu musuhi karena suka isengin kamu, hehehe...
8 Januari 2010,
Kamu tiba-tiba tidak mau makan sama sekali. Aku pikir ini biasa karena kamu sering seperti ini.
Sampai hari minggu malam, kamu tetap tidak mau makan sama sekali.
Tubuh mungilmu mulai lemas dan sempoyongan :(
Senin sore pulang kantor, kamu aku bawa lagi ke Dokter Kus.
Kamu harus menjalani retensi urine dan suntik antibiotik plus vitamin.
Tapi kamu tetap tidak mau makan dan aku mulai memberimu madu :(
Rabu, kamu mulai muntah-muntah padahal tidak ada makanan yang masuk tubuhmu selain madu :(
Akhirnya Kamis malam, kamu aku bawa lagi ke Dokter Kus dan kamu harus di infus.
Saat itulah Dokter Kus menyatakan bahwa kamu mengalami gagal ginjal dan jantungmu mulai tidak normal. Arrrggghhhhhhhhhhhh apalagi ini Tuhaaaannnnn?? :(
Saat itu aku sudah pasrah jika kamu memang mau pergi... Daripada kamu harus mengalami sakit seperti ini.
Kamu aku bawa pulang berserta infus yang masih menempel di kakimu.
Jumat pagi infusmu lepas karena kamu tidak bisa diam dan terus bergerak.
Hari Jumat itu kamu terus-terusan muntah dan tubuh mungilmu sudah benar2 tidak berdaya.
Aku semakin yakin, waktumu sudah dekat :( :( :(
Sabtu, 16 Januari 2010,
Aku mencoba memberimu madu dan lagi-lagi kamu muntah.
Bahkan muntahmu saat ini sangat banyak dan membahasi sekujur tubuhmu.
Sore hari saat mami datang, tubuhmu sudah sangat kritis :'(
Seluruh tubuhmu gemetar.
Mami mengendong, mendoakan dan mengelus-elus tubuh tuamu.
Tidak lama kakimu yang mungil sudah mulai kaku, lidahmu sudah keluar.
Akhirnya kamu menghembuskan nafas terakhirmu.
Kami yakin ini yang terbaik untukmu.
Terima kasih Spangky.....
Terima kasih sudah 12 tahun menemani aku sampai akhir hayatmu.
Maafkan aku yang tidak bisa dengan sempurna menjagamu.
Semua kenangan bersamamu, jasamu, kelucuanmu, kegalakanmu akan selalu aku ingat sampai kapanpun.
Terima kasih papi atas kado terindah yang pernah papi kasih buat aku.
Sekarang papi dan Spangky pasti sudah bahagia di surga.